Cinta
March 24th, 2008 by tenoapCinta pertama saya
terjadi saat saya masih kelas 6 SD. Cantikkah dia? Ah, biasa saja.
Tapi dia “seksi” dan “keren”. Ah, masak anak kelas 6 SD bisa
tahu cewek seksi? Tahu dong, karena bagi saya, anggota tubuh cewek
paling seksi dan keren adalah otaknya. Iya, si do’i adalah bintang
kelas sejak kelas satu. Dan kebetulan semua cewek yang sedang sial
karena kejatuhan cinta saya (dalam artian pengen “nembak” ato
sudah “nembak”. Bukan yang tergiur oleh body ato wajah aduhai.
Hwehehe) kemampuan akademis mereka diatas saya.
Cinta memang tidak bisa
dilogika. Walopun sudah jelas-jelas dan sering kali mereka akan
menolak saya, tapi saya tetep nekat. Begitu juga yang terjadi
beberapa tahun terakhir ini. Saya bener-bener nekat untuk mencintai.
Bukan seseorang, tapi sesuatu. Begitu cintanya, saya sampai
terobsesi. Begitu keras kepalanya saya, padahal “dia” sudah 2x
nolak saya terang-terangan, dan puluhan “tembakan” yang lain
tidak terjawab.
Banyak orang bilang saya
gila, bukan hanya sodara, tapi juga sahabat. Lho, wong memang saya
sedang tergila-gila kok. Kenapa saya sampai begitu terobsesi untuk
menjadi bagian “darinya”? Pertama, dengan menjadi bagiannya, saya
akan bisa membuat orang lain bahagia atas apa yang telah saya
perbuat, dan otomatis itu akan membuat saya bahagia pula.
Kedua, manusia yang
paling berguna adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
Ketiga, jika hidup ini adalah rangkaian ibadah, maka bekerja pun
harus menjadi ibadah. Keempat, ada hutang yang harus saya bayar.
Kelima, karena ini cinta, dan cinta seringkali tidak butuh alasan.
Hwehehe…
Dengan alasan-alasan
diatas, bagaimana saya tidak tergila-gila untuk menjadi seorang
relief work? Lalu sampai kapan saya akan mencintai dan terobsesi
untuk menjadi bagian “darinya”? Ya sampai saya lelah dan tidak
mampu lagi. Kapan itu? Saya sendiripun ga tahu. BTW, saya sedemikian
keras kepala karena yakin suatu saat akan menjadi bagian “darinya”.
Boleh saja “dia “ saat ini belum mau menerima kehadiran saya,
tapi suatu saat akan tersadar dan menerima cinta ini
Wallahu’alam Bishowab